Postingan

Mencuci Otak

Cerita ini kuceritakan pada QL sebagai pengantar tidur. Cerita bagus yang kuambil dari grup tertutup. Selesai aku bercerita, aku bertanya pada QL, apa sih yang membunuh si singa itu? Kan tikus nggak berbuat apa-apa. QL menjawab "pikirannya sendiri." Persis sama dengan komentarku ketika cerita tersebut diposting digrup.  Ketika QL menjawab seperti itu, langsung donk berpetuah. "Itulah hebatnya pikiran manusia. Kau berani, jika kau berpikir kau berani. Kau bisa, jika berpikir kau bisa. Pikirkan selalu yang baik-baik. Jangan pernah mempersoalkan pemikiran orang lain tentangmu. Yang bisa kau kendalikan adalah pemikiranmu sendiri" Apakah QL benar-benar paham maksud dari ucapanku? Walau dia menjawab paham, tentu tidak sama dengan pemahaman orang dewasa, pengalaman hidupnya belum panjang. Tapi setidaknya, dia bisa belajar dari sekarang. Apakah aku sudah berhasil 100 persen mengendalikan pemikiranku? Aku masih proses belajar untuk itu. Tidak mudah karena pemikiran kita dipe...

Kegalauan Emak-Emak Bekerja

Pilihan menjadi emak-emak yang bekerja, mungkin merupakan kegalauan yang tidak pernah habis-habisnya bagi saya. Saya menjadi emak dari satu anak yang harus terpisah jarak dari anak dan suami karena  pekerjaan. Jarak terpentang sejauh 149 km diantara kami. Bukan pilihan yang mudah, karena bagaimanapun saya tidak pernah fokus dan mendapatkan hasil yang maksimal dalam pekerjaan maupun dalam mendampingi keluarga. Ketika  bekerja, pikiran saya tertuju pada anak saya. Apakah dia sudah makan, makan apa, bajunya bersih nggak, kaos kakinya diganti nggak, PR-nya dikerjakan nggak dan lain sebagainya. Bisa sih dikontrol via telpon tapi ya begitulah anak jaman now, menjawab semua arahan, himbauan, perintah dengan kata "iya mak eeee....", padahal belum tentu dikerjakan atau dipatuhi. Giliran saya tidak masuk kerja alias ambil ijin dari kantor karena anak saya kurang fit, pikiran saya justru ke pekerjaan. Reviunya belum selesai, Tepranya belum dientri, wadduhhhh... ada rapat. Tidak ada yang...