Nasihat yang Menjadi Keyakinan
Ada satu nasihat mamakku yang diam-diam menyusup ke alam bawah sadarku dan membuat hidupku jadi ringan. Nasihatnya biasa aja. "Jangan suka berutang." "Tiang harus lebih besar daripada pasak." Ketika dinasehati seperti itu, akan selalu masuk dari telinga kanan, lalu keluar dari telinga kiri. Cuman karena terus menerus kuping ini dengar kata-kata itu, akhirnya dua bertumbuh jadi keyakinan. Lalu, apakah aku pernah berutang? Ya pastilah. Wong, aku ini perintis bukan pewaris. Aku sering ngutang itu pas masa kuliah. Maklum, uang bulanan suka habis sebelum waktunya, mau nggak mau, pinjam limpullah sama kawan. Tetapi setiap kali punya utang, ada rasa tidak nyaman yang muncul kalau ketemu orang yang ngutangin. Seolah ada toa di dalam kepala yang terus berteriak. Bayar utangmu, oi. Bayar utangmu, oi Bila belum punya uang untuk bayar, aku selalu ngomong ke orang yang ngutangin untuk memperpanjang jatuh tempo. Aku juga nggak pernah berpikir bayar utang dengan ngutan...